Tampilkan postingan dengan label Indikator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indikator. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

Strategi Forex 2 Crossing


Strategi Forex 2 Crossing artinya kita akan membuka posisi setelah terjadi 2 persilangan yaitu crossing MACD dan crossing Moving Average. 2 crosing tersebut bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan atau dalam jarak yang dekat. Jarak dekat disini diukur dengan jumlah candle diantara crossing MACD dan Crossing Moving average ini tidak lebih dari 5 buah candle.

Crossing moving average adalah perpindahan posisi moving average yang satu terhadap yang lainnya.Misalnya dari bawah menjadi diatas, atau sebaliknya.


Crossing MACD adalah kondisi dimana garis signal MACD keluar dari batang MACD.


Strategi Forex 2 Crossing ini bisa digunakan pada mata uang apapun namun lebih disarankan digunakan pada mata uang GBP/USD dengan Time Frame 1 jam atau 4 jam . Indikator yang digunakan pada strategi forex 2 crossing ini adalah SMA 200, SMA 100 , SMA 15 ,EMA 5 dan MACD (12, 26, 9).

Aturan main :

# 1. Entry point . Silahkan buka posisi jika 2 kondisi ini terpenuhi:

a) EMA 5 memotong SMA 15
b) MACD terjadi crossing


Perlu diketahui bahwa 2 crossing ini tidak harus terjadi secara bersamaan. Biasanya Garis MACD melakukan crossing lebih dulu baru kemudian diikuti dengan crossing EMA 5 dan SMA 15 .

Jika kondisi 2 cross tidak terpenuhi maka kita tidak perlu membuka posisi. Kita bisa tunggu sampai kesempatan lain muncul.

# 2. Kita hanya akan membuka posisi setelah candle ditutup , artinya jika candle masih berjalan / belum terbentuk sempurna walaupun 2 crossing sudah muncul kita tidak boleh membuka posisi .

# 3. Jangan pernah membuka posisi jika jarak harga running dengan SMA 100 atau SMA 200 kurang dari 25 pips serta arah crossing mau menyebrangi SMA tersebut.

# 4. Jika harga saat ini berada terlalu dekat dengan SMA 100 atau SMA 200 , kita tunggu sampai ada candle yang nilai closenya menyebrangi SMA tersebut .Sebelum itu jangan pernah buka posisi karena jika trend tidak terlalu kuat seringkali harga memantul pada SMA tersebut .

# 5. Exit point :

Penutupan posisi dilakukan saat muncul 2 crossing yang bisa dijadikan entry point. Artinya jika saat ini kita punya posisi terbuka dan ternyata muncul signal 2 crossing dengan arah berlawanan dari posisi yang saat ini terbuka maka yang kita lakukan adalah menutup posisi yang terbuka kemudian langsung dilanjutkan dengan membuka posisi sesuai dengan signal 2 crossing yang terjadi.

Jika saat ini kita punya posisi yang terbuka, kemudian muncul hanya salah satu dari 2 crossing, maka kita tetap pertahankan posisi tersebut sampai benar benar muncul 2 crossing .

#6. Stoploss . Tempatkan stoploss pada salah satu diantara ini :

- Titik persilangan garis moving average , jika jarak Bid dengan titik crossing MA lebih dari 50 pips

- Pada nilai close yang batang MACD nya tertinggi , jika jarak Bid dengan titik crossing MA kurang dari 50 pips

#7. Target Profit :

a) Silahkan atur sesuai yang anda inginkan, jika floating profit sudah mencapai 50% anda bisa menggunakan trailing stop untuk mengamankannya.
b) Gunakan target profit 50 pips.
c) atau mungkin anda tidak menetapkan target profit, kemudian keluar saat terjadi 2 crossing berikutnya.

Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar berikut :


Penjelasan gambar :

# 1 – Terjadi crossing MACD yang diikuti Crossing MA (EMA 5 memotong 15 SMA dari bawah ) sehingga arahnya naik , dengan jarak kurang dari 5 candle. Serta posisi harga jauh dari SMA 100 atau SMA 200 . Disini kita bisa buka posisi Buy pada Open candle berikutnya dengan Stoploss pada titik silang MA atau nilai close candle sebelumnya yang batang MACD nya paling rendah .

# 2 - Terjadi crossing MACD yang diikuti Crossing MA dengan arah menurun. Disini kita close posisi buy yang kita buka sebelumnya lalu buka posisi sell .

# 3 – Terjadi crossing MACD yang diikuti Crossing MA . Setelah candle di close diatas SMA 100 , kita tutup posisi sell dari nomor 2 lalu buka posisi buy.

# 4 – Terjadi crossing MACD yang diikuti Crossing MA dengan arah naik , kita buka posisi buy.

# 5 - Terjadi crossing MACD dengan arah turun namun tidak diikuti crossing MA , sehingga kita biarkan posisi buy yang terbuka dari no.4  . dengan panjangnya pergerakan market, mungkin target profit anda sudah tersentuh.

# 6 – Terjadi crossing MACD yang diikuti Crossing MA dengan arah turun. Kita buka posisi sell. Atau jika masih ada posisi buy yang terbuka maka kita tutup terlebih dulu.

# 7 - Terjadi crossing MACD yang diikuti Crossing MA dengan arah naik . Kita buka posisi buy. Jika posisi sell sebelumnya masih terbuka , kita tutup terlebih dulu.

# 8 - Crossing MA dengan arah turun namun tidak didahului atau diikuti dengan crossing MACD , sehingga kita tetap pertahankan posisi buy yang terbuka.

# 9 - Crossing MA dengan arah naik. Karena tidak diikuti crossing MACD maka kita tidak melakukan apapun. Lagi pula posisi buy sebelumnya yaitu dari no 7 masih terbuka.

Karena strategi ini menggunakan indikator jenis pengukur trend maka anda bisa mendapatkan keuntungan jika market bergerak trending. Tapi jika market bergerak sideway, bisa jadi anda untung sangat sedikit atau bahkan rugi.

Selamat mencoba strategi forex 2 crossing ….

Sabtu, 30 Juni 2012

Indikator SGIANT Profit Pada TF H1

Indikator Sgiant adalah gabungan dari beberapa indikator dan sudah saya setting pada TF H1. Kenapa TF H1, karena pada TF besar indikator bisa meminimalkan sinyal palsu.

Cara Install di Metatrade :
  • Download dulu filenya (Cara dibawah ini berdasarkan MT4 yang terinstal dari Instaforex)
  • Untuk file dalam folder indikator letakkan pada  C:\Program Files\InstaTrader\experts\indicators
  • Untuk file dalam  folder template Letakkan pada C:\Program Files\InstaTrader\templates
  • Buka chart, klik kanan - klik Template - klik Sgiant

Cara penggunaannya, lihat pada gambar di bawah ini

Pada gambar di atas sudah saya beri lingkaran alasan membuka posisi BUY.

 

Jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan komentar, dengan senang hati saya akan menjawabnya.


Kamis, 03 Mei 2012

Menentukan Titik Terendah dan Titik Tertinggi Koreksi


Breakout band menunjukan bahwa betapa besarnya tenaga market untuk menembus sebuah support atau resistance ,dan bergerak lebih jauh lagi untuk menciptakan sebuah trend. Namun tidak selamanya harga bergerak lurus naik atau turun .Ada kalanya harga melakukan koreksi untuk berpijak dan bergerak lebih jauh lagi .

Berikut ini tips forex dalam menentukan titik tertinggi dan terendah sebuah koreksi setelah terjadi breakout bollinger band :

Cara menentukan titik tertinggi dan terandah koreksi yaitu dengan menggunakan indikator Money Flow Index periode 3 . 

Sebelumnya pada Money Flow Index (3) setting terlebih dahulu fixed minimum = 0 dan fixed maximum = 100.

Pada trend naik ,jika indikator MFI (3) menyentuh angka Nol dan candlestik menyentuh garis tengah bollinger band periode 12 deviasi 2 . Maka itulah titik terendah dari sebuah koreksi.


Begitu pula dengan trend menurun ,ketika MFI (3) menyentuh angka 100 sedangkan candle beraada disekitar band tengah,ini adalah titik tertinggi koreksi setelah terjadi breakout band turun.


Dengan menggunakan tips forex ini kita bisa membuka posisi ketika harga pada posisi tertinggi dan terendah , artinya kita mendapatkan harga terbaik dengan kemungkinan rugi sangat kecil .


Sumber : Siembah

Jumat, 27 April 2012

Indikator Heiken Ashi Oscillator

Heiken Ashi Oscillator menunjukkan warna Heiken Ashi Bar dan langkah-langkah inmediate dan perubahan rata-rata dari waktu ke waktu.

Cara menggunakannya bisa dipakai pada TF berapa saja. Saran digunakan pada TF M30, H1 keatas untuk menghindari signal false. Anda bisa Open Posisi jika Candle Stick pada Chart berubah warna serta perbuhannya diikuti oleh Heiken Ashi Oscillator.

Misalkan Candlestick memunculkan warna merah dan pada indikator Heiken Ashi Oscillator juga berubah menjadi warna merah silahkan Open posisi Sell. Untuk Buy berlaku sebaliknya.

Sebaiknya gunakan indikator yang lainnya untuk mendukung indikator Heiken Ashi Oscillator.


Silahkan download indikatornya di SINI

Salam Profit.

5 Fase Gerakan Bollinger Band Yang Harus Dipahami


5 Fase Gerakan Bollinger band yang harus kita pahami sehingga kita bisa menentukan strategi yang akan dipakai pada masing-masing kondisi , yaitu :

1. Kondisi Normal
Kondisi bollinger normal ditandai dengan lebar pita band cenderung sama dari waktu ke waktu .Dengan bentuk mandatar namun tidak menyempit, atau miring sesuai trend dengan tingkat kemiringan dibawah 45 derajat.

Pada kondisi bollinger normal market akan bergerak bolak balik diantara pita band. Artinya ketika market menyentuh pita luar band, maka market akan kembali ketengah . Sehingga pita bollinger bands juga disebut sebagai dinamis support / resistance . Pada kondisi bollinger normal , strategi yang cocok digunakan adalah strategi scalping.

2. Fase persiapan break
Fase persiapan break ini ditandai dengan bollinger yang cenderung menyempit atau mendatar . Penyebabnya bisa jadi karena market benar-benar sepi ,atau karena penjual dan pembeli sedang menunggu .Strategi yang bisa digunakan pada kondisi ini adalah strategi jebakan (traping)

3. Fase Break
Kondisi break ditandai dengan pita atas dan bawah melebar menjauh .Ini terjadi karena membludaknya order sehingga tenaga market begitu besar . Dampaknya market akan bergerak lurus. Pada fase break tidak mungkin terjadi pembalikan arah trend secara normal, keculai terjadi konvergen . Strategi yang cocok pada kondisi seperti ini adalah strategi breakout.

4. Fase Normalisasi Break
Fase ini adalah untuk mencari keseimbangan dan testing trend.Disinilah kekuatan sebuah trend di uji .

Fase ini ditandai dengan pita band yang bergerak searah sesuai trend yang telah dibentuk. Dampaknya grafik akan mendatar atau membentuk pola wedges . Pada kondidi seperti ini sebaiknya jangan masuk ke pasar, melainkan menunggu sampai muncul signal selanjutnya

5. Fase Penutupan Break
Pada fase penutupan break ini pita bollinger akan menyempit . Arah market pada fase ini biasanya mendatar atau berlawanan dengan trend yang baru saja terbentuk.Pada kondisi seperti ini sebaiknya menunggu konfirmasi dari signal yang akan muncul selanjutnya .

Setting Parameter Indikator Paling Akurat


Indikator adalah alat yang membantu kita memetakan arah market selanjutnya , sehingga kita bisa memutuskan untuk membuka posisi beli atau membuka posisi jual.

Ada 2 fungsi utama indikator yaitu :
  1. Memberikan informasi kondisi market sehingga kita bisa menentukan strategi apa yang akan digunakan pada kondisi itu
  2. Memberikan signal entry dan exit sehingga kita bisa masuk dan keluar market dengan tepat.

Dari kedua fungsi tersebut diatas , jika yang anda cari adalah indikator yang paling akurat tentu saja ukurannya adalah signal yang digasilkan .Sehingga Indikator yang harus digunakan adalah indikator yang fungsinya fungsinya menghasilkan signal entry dan exit yang akurat , saya merekomendasikan beberapa indikator dengan jenis signal sebagai berikut :

1. Pepotongan garis indikator
Indikator yang selama ini menghasilkan signal akurat adalah stochastic dan MACD

2. Menyentuh level tertentu
Indikator jenis oscilator yang memberikan signal entry dan exit akurat adalah Money flow index dan william percent range.

3. Perpindahan posisi indikator
Jenis indikator ini sangat sedikit, tapi yang paling akurat adalah parabolic sar
Perlu dijadikan catatan adalah bahwa indikator diatas akan benar-benar menjadi indikator akurat jika digunakan sesuai kondisi marketnya , serta parameternya bukan lagi menggunakan parameter default melainkan telah dirubah sesuai dengan kebutuhan kita.

Berikut ini settingan indikator yang bisa membuatnya lebih akurat:
Parameter indikator paling akurat :

I. Stochastic Oscilator
Parameternya adalah K Period =9 , D Period = 3 , Slowing= 5 , Price Field =Close/Close , MA method=simple
Signal entrynya adalah ketika terjadi perpotogan di area jenuh

II.Money Flow Index
Parameternya adalah jika yang akan diprediksi adalah jangka pendek artinya hanya 2-3 candle berikutnya gunakan MFI period = 3
Untuk memprediksijangka panjang gunakan period=5
Signal entrynya adalah Buy ketika MFI bernilai 0 , serta sell ketika MFI bernilai 100 .

III. Parabolic sar
Parameternya adalah step =0.02 dan maksimum = 0.2
Signal entrynya adalah Buy ketika titik sar pertama kali muncul di bawah grafik , serta sell ketika titik sar muncul diatas grafik
Untuk sementara hanya 3 indikator saja

Itulah indikator paling akurat yang bisa anda gunakan untuk menghasilkan prediksi yang lebih akurat. Selamat mencoba

Selasa, 17 April 2012

Tehnik Swing Menggunakan Candle

Kali ini saya akan share bagaimana melakukan tehnik swing menggunakan pergerakan arah candle.Berikut ini tampilan gambar candle yang akan menentukan OP Buy/Sell.

1. Basic
Untuk penamaan agar mudah di ingat
1. Yang berwarna hijau di atas kita beri nama VALID GREEN.
2. Yang berwarna merah di bawahnya kita beri nama VALID RED.

Perhatikan gambar di bawah ini
Pada saat candle membentuk pola seperti gambar di atas kita abaikan saja (exit signal), karena polanya acak-acakan dan tidak bisa menentukan pergerakan arah candle berikutnya.

2. Tampilan Screen

Sebagai tahap awal anda bisa membuka chart pada TF1 dan TF5 seperti pada gambar berikut ini



3. Menentukan Trend

Untuk menentukan trend pergerakan market, kita lihat pada candle stick terakhir pada M15
Kalau sudah valid green berarti trend akan naik
Kalau sudah valid red bararti trend akan turun.

Perhatikan gambar di bawah ini untuk menetukan arah trend.



4. Entry Point atau Open Potition

Entry point/Open Position dilakukan di M5 dengan memperhatikan validitasnya.
Seperti contoh gambar di bawah ini.
Point paling penting disini adalah di M5 :
  • Pastikan tidak ada wicks di candlestick sebelumnya dan yang sedang berlangsung. (M5)
  • Pastikan candlestick di M15 masih valid
  • Paling MUJARAB lagi kalo M1 valid juga.
Dengan mematuhi know-how ini bisa dibilang 86% open position pasti masuk ke profit area.
Sekarang tinggal mau ambil berapa point atau biarkan sampai invalid di salah satu TF muncul. Bebas...


5. Exit Point

Exit dilakukan dengan memperhatikan validitas candlestick di M1 dan/atau M5.
Exit base dengan M1 --- jika akan melakukan scalping.
Exit base dengan M5 --- jika akan melakukan swing.

6. Improvement Variant


Dari gambar di atas bisa anda beri tambahan setting seperti ini



OPL only if PA above WMA140
OPS only if PA below WMA140

Semoga cukup membantu dan tidak menunggu terlalu lama [M1 ...]
dan bisa mengabaikan triple screens, cukup single screen saja..
Di atas contohnya di M15, anda boleh menggunakan di TF apa aja...
kecuali M1 jangan pernah trading di market ASIA.
M1 efektif hanya di jam 18:00 WIB ke atas.

Senin, 16 April 2012

Belajar Teori Fibonacci

Leonardo Fibonacci lahir sekitar tahun 1170 dari seorang pedagang Italia kaya bernama Guglielmo fibonacci.

Sebagai seorang anak muda, Fibonacci sangat menggemari bidang matematika dan berhitung. Dia belajar tentang sistem angka Hindu dan Arab, dimana dia mendapat bahwa sistem tersebut lebih sederhana bila dibandingkan sistem Romawi, serta lebih mudah dalam penghitungan.

Dan pada usianya yg ke 32 tahun 1202 dia mulai memperkenalkan sistem Angka(hindu-arab) ke dataran Eropa. Fibonacci juga memperkenalkan sistem aritmatika yang masih kita gunakan sampai sekarang ini, yaitu dasar 10 digit, kosong, koma, decimal dan pecahan.

Dan masih banyak lagi model-model hitungan dan persamaan matematika yang ditemukan oleh fibonacci. Diantaranya yg kemudian paling dikenal adalah apa yang disebut dengan deret atau urutan fibonacci.

Deret fibonacci muncul dengan rangkaian: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144 ...

Rangkaian angka ini diperoleh dengan dimulai angka 1 diikuti oleh 2 dan kemudian menambahkan 1 + 2 untuk mendapatkan 3. Kemudian, penambahan 2 + 3 untuk mendapatkan 5, dan seterusnya.

Hal yang menarik adalah apabila anda menghitung rasio setelah beberapa angka pertama maka akan selalu didapatkan nilai decimal .618
Contoh: 55 / 34 = .6176
Contoh: 144/89 = .6179

Hal yang menarik berikutnya
contoh: 34/ (1+ 1+ 2+ 3+ 5+ 8+13+ 21+34) = .38
contoh: 89/ (1+ 1+ 2+ 3+ 5+ 8+13+ 21+34+55+89) = .38

Dari deret yang ditemukan oleh fibonacci ini secara tidak sengaja muncul secara nyata di alam, disadari atau tidak apabila kita menghitung cabang dari sebuah pohon maka akan didapat angka-angka fibonacci, demikian pula pada jumlah kelopak suatu bunga, seperti contoh bunga aster(rata-rata memiliki 34 atau 35 kelopak, bahkan ada yg sampai 89).

Gak percaya? ... Kapan-kapan kalau Anda sedang ada banyak waktu, iseng-iseng saja menghitung kelopak/cabang dari tanaman-tanaman yg ada di halaman rumah Anda? :)

Melihat fenomena menarik dari deret fibonacci ini, maka hal ini coba diterapkan dalam trading forex. Dan setelah dihitung dan dirumuskan(Anda tidak perlu susah2 mencarinya, serahkan kepada ahlinya) maka didapat nilai

Fibonacci Retracement Levels
0.236, 0.382, 0.500, 0.618, 0.764

Fibonacci Extension Levels
0, 0.382, 0.618, 1.000, 1.382, 1.618

Fibonacci ini sudah sedemikian populer bagi para trader. Sehingga sekarang ini hampir semua platform trading ada fasilitas kalkulator fibonacci, yang akan secara otomatis menghitung dan tinggal pasang saja.

Fibonacci Retracement Levels
Fungsi dari level ini adalah sebagai informasi Support & Resistance, dimana biasanya trader akan melakukan open buy/sell setelah harga menyentuh titik-titik level tersebut

Fibonacci Extension Levels
Trader umumnya menggunakan posisi level ini untuk menentukan titik dimana mereka harus mengambil take profit.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
* Level fibonacci ini hanya bekerja dengan baik saat terjadi suatu tren
* Untuk dapat menggunakan fibonacci Anda harus menentukan ayunan/range harga terendah dan tertinggi.

Baik mari coba kita lihat contoh latihannya:

Suatu saat Anda melihat bahwa pair AUD/USD sedang dalam tren naik

Disini kita akan mencoba menggunakan fibonacci untuk memprediksi, kapan dan harga yang bagus untuk open buy. Caranya adalah dengan mengetahui fibonacci retracement level, yg perlu Anda lakukan adalah dengan menarik dari titik ayunan terendah(swing low) dan titik ayunan tertinggi(swing high).

Maka akan terlihat Seperti yang dapat Anda lihat dari grafik, tingkat retracementnya adalah 0,7955 (23,6%), 0,7764 (38,2%), 0,7609 (50,0%), 0,7454 (61,8%), dan 0,7263 (76,4%).

Jadi disini kita menanti suatu skenario prediksi bahwa harga akan turun sampai pada tingkat-tingkat retracement yang juga berarti level support. Lalu harga kembali lagi naik untuk bergerak sesuai tren semula. Nah mari kita amati pergerakan harga selanjutnya.


Harga bergerak melewati level 23.6%, lalu bergerak bouncing di level 28,2% namun kita lihat bahwa harga penutupan candle tidak bisa melewati level 38,2%, jadi besar kemungkinan bahwa ini adalah level support. Kita konfirmasi beberapa saat apakah harga bergerak naik. Jika ya, segera lakukan open buy.

Terlihat bahwa prediksi kita benar, bahwa harga kembali naik mengikuti arah tren semula.

Memilih Time Frame Terbaik untuk Trading


Di dalam chart sebuah platform market forex, tersedia kerangka waktu (Time Frame) yang dapat Anda gunakan untuk acuan trading. Semua platform charting Forex menawarkan grafik dari 1 menit sampai mingguan atau bahkan jangka waktu bulanan. Jadi, sering muncul pertanyaan dari para trader, kerangka waktu manakah yang terbaik untuk menganalisa pasangan mata uang dan mencetak profit di Forex?

Kalau yang menjawab pertanyaan itu adalah saya, maka saya akan menjawab, Itu tergantung pada jenis pedagang Anda. Jika Anda seorang daily trader, maka Anda harus menggunakan kerangka waktu yang pendek untuk menangkap trend kecil di Forex. Jika Anda adalah seorang swing trader, Anda harus menggunakan bingkai waktu yang lebih besar, dalam rangka menjaring swing terbaik di Forex.

Kerangka waktu terbaik untuk seorang daily trader:

Ada pilihan time frame (kerangka waktu) yang dapat digunakan untuk daily trader. Yang paling umum adalah 1 menit, 5 menit, 15 menit atau bahkan 30 menit. Tetapi bagi saya, frame waktu 1 menit tidak terlalu baik, karena sebagian besar frame periode 1 menit tidak menawarkan banyak kesempatan. Kerangka waktu ini terlalu kecil untuk memahami pergerakan-pergerakan harga dan kesulitan untuk menemukan trend intraday dengan baik. Anda tidak akan dapat melihat adanya perbedaan antara harga yang bergerak tipis dan besar.

Time frame 5 menit memungkinkan sebagai kerangka waktu yang layak untuk daily trader. Hal ini juga memungkinkan Anda untuk menangkap perdagangan dengan cepat dengan gerakan yang layak untuk mengambil keuntungan.

Time frame 15 menit adalah seperti 5 menit, salah satu frame waktu terbaik untuk daily trader. Hal ini memungkinkan Anda untuk melihat dengan jelas perbedaan di antara tren yang kecil dan yang besar. Kerangka waktu ini juga memungkinkan Anda untuk terus sebagai pemenang. Time frame 30 menit juga dapat digunakan untuk daily trader. Namun, waktu tersebut hanya dapat digunakan jika Anda berniat untuk terus dalam perdagangan hingga 6 atau 8 jam.

Kerangka waktu terbaik untuk Swing Trader: 


Time frame yang paling sering digunakan untuk swing trader adalah grafik 1 jam, grafik 4 jam dan bahkan daily chart. Sedang Time Frame 1 jam adalah waktu yang baik jika Anda ingin terus perdagangan selama 1-2 hari. Hal ini menyajikan peluang yang baik untuk jenis perdagangan ini dan memungkinkan Anda untuk dalm perdagangan dengan imbalan risiko yang baik-(sesuatu yang hampir mustahil untuk dilakukan di time frame kecil seperti grafik 5 menit atau di 1 menit).

Sedangkan Time Frame 2 jam grafik dan 4 jam memungkinkan Time Frame terbaik untuk trader yang ingin mengadakan perdagangan untuk beberapa hari sampai 2 minggu. Time Frame ini memungkinkan Anda untuk menangkap gerakan terbesar di Forex.

Daily chart dimaksudkan untuk trader yang ingin terus dalam perdagangan selama berminggu-minggu dan cocok bagi seorang investor. Ini adalah kerangka waktu yang baik yang memungkinkan Anda untuk mengetahui di mana pasangan mata uang ini akan bergerak untuk minggu berikutnya.

So, ada banyak pilihan untuk memilih frame dari penggunaan chart di Forex. Tergantung pada karakter dan jenis seorang trader dalam trading (daily trader atau swing trader), Anda dapat menggunakan bingkai waktu yang berbeda untuk mencapai tujuan Anda. Perlu diingat bahwa semua frame waktu memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan yang lain.

Bila Anda sedang mencari Time Frame favorit Anda, perlu diingat bahwa Anda harus menggunakan analisis teknis dalam trading Anda.

Happy trading!