Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

Trik Menang Forex dengan Teknik Konvergen


Trik forex kali ini adalah bagaimana menang dan meraih banyak pip dengan teory konvergenity . Karena biasanya sebelum market bergerak panjang, ditandai munculnya beberapa signal, antara lain terjadinya konvergen pada indikator.

Kovergen adalah kondisi dimana harga semakin rendah namun tidak diikuti dengan merendahnya indikator, begitu juga dengan harga yang semakin meninggi sementara indikatornya tidak ikut meninggi . Padahal pada kondisi normalnya, gerakan indikator sesuai dengan gerakan harga. Sehingga boleh dikatakan bahwa gerakan merandah atau meningginya harga itu kosong tanpa tenaga dan mudah untuk dibalik arahkan.

Pada kesempatan ini yang kita bahas adalah konvergenity pada MFI(3) .

Patokan yang seharusnya menjadi titik terendah adalah Close candle dengan MFI terakhir yang bernilai 0 (nol) .

Patokan yang seharusnya menjadi titik tertinggi adalah Close candle dengan MFI terakhir yang bernilai 100 (seratus) .

Sehingga ketika ada candle yang close nya lebih rendah dari close candle yang dianggap sebagai titik terendah, sedangkan MFI nya lebih tinggi dari MFI titik terendah maka kondisi ini disebut konvergen. Dan pada Candle selanjutnya kita bisa masuk ke pasar.


Begitu juga ketika ada candle yang close nya lebih tinggi dari close candle yang dianggap sebagai titik tertinggi, sedangkan MFI nya lebih rendah dari MFI titik tertinggi maka kondisi ini disebut konvergen. 
Dengan menggunakan teory konvergen ini kita bisa menghasilkan banyak profit, karena kondisi konvergen biasanya sebagai tanda akan terjadi pergerakan panjang .

Trik menang forex dari kondisi konvergen ini telah banyak digunakan oleh para trader, dan menjadi salah satu trik ampuh untuk meraih profit .

Kunci keberhasilan menggunakan konvergen ini adalah transaksi ketika bollinger band menyempit atau sedang dalam bentuk mendatar .

Kamis, 03 Mei 2012

Menentukan Puncak Trend Setelah Breakout Band


Setelah Bollinger mengalami breakout ,tentu saja harga akan bergerak dengan sangat cepat dan kuat.Ini adalah moment yang sangat penting untuk mendulang profit.Namun permasalahannya adalah sampai dimanakah pergerakan akan berhenti dan balik arah ? Sehingga kita dapat menjaga profit kita ?

Dengan teknik ini kita bisa menentukan kapan Price akan balik arah , sehingga Profit yang telah kita dapatkan tetap masuk ke rekening dan tidak hilang.

Caranya :

Ketika bollinger break naik, band high semakin naik band low semakin turun. Jika band low lebih tinggi dari band low sebelumnya ,berarti harga telah overbought dan High sebelumnya kita anggap sebagai puncaknya . Selanjutnya harga akan turun untuk koreksi.


Begitu juga Ketika bollinger band break turun , band high semakin naik band low semakin turun.jika band high lebih rendah dari band high sebelumnya , berarti harga telah oversold dan Low 01 kita anggap sebagai lembah .selanjutnya harga akan naik untuk koreksi.

Namun jika ternyata harga mampu menembus puncak , kita anggap telah terjadi break lanjutan dan harga akan terus merangkak naik karena tenaganya begitu kuat.


Dengan tips forex ini kita bisa memperkirakan sampai dimana ujung trendnya , sehingga ketika bollingerband sudah menunjukan ujung trend, ada 3 langkah yang bisa kita ambil yaitu :
  1. Menutup posisi yang terbuka di ujung trend .
  2. Membuka posisi baru di ujung trend dengan arah prediksi berlawanan dengan trend .
  3. Menunggu konfirmasi apakah trend berlanjut, jika berlanjut maka mambuka posisi searah dengan trend.

Jumat, 27 April 2012

5 Fase Gerakan Bollinger Band Yang Harus Dipahami


5 Fase Gerakan Bollinger band yang harus kita pahami sehingga kita bisa menentukan strategi yang akan dipakai pada masing-masing kondisi , yaitu :

1. Kondisi Normal
Kondisi bollinger normal ditandai dengan lebar pita band cenderung sama dari waktu ke waktu .Dengan bentuk mandatar namun tidak menyempit, atau miring sesuai trend dengan tingkat kemiringan dibawah 45 derajat.

Pada kondisi bollinger normal market akan bergerak bolak balik diantara pita band. Artinya ketika market menyentuh pita luar band, maka market akan kembali ketengah . Sehingga pita bollinger bands juga disebut sebagai dinamis support / resistance . Pada kondisi bollinger normal , strategi yang cocok digunakan adalah strategi scalping.

2. Fase persiapan break
Fase persiapan break ini ditandai dengan bollinger yang cenderung menyempit atau mendatar . Penyebabnya bisa jadi karena market benar-benar sepi ,atau karena penjual dan pembeli sedang menunggu .Strategi yang bisa digunakan pada kondisi ini adalah strategi jebakan (traping)

3. Fase Break
Kondisi break ditandai dengan pita atas dan bawah melebar menjauh .Ini terjadi karena membludaknya order sehingga tenaga market begitu besar . Dampaknya market akan bergerak lurus. Pada fase break tidak mungkin terjadi pembalikan arah trend secara normal, keculai terjadi konvergen . Strategi yang cocok pada kondisi seperti ini adalah strategi breakout.

4. Fase Normalisasi Break
Fase ini adalah untuk mencari keseimbangan dan testing trend.Disinilah kekuatan sebuah trend di uji .

Fase ini ditandai dengan pita band yang bergerak searah sesuai trend yang telah dibentuk. Dampaknya grafik akan mendatar atau membentuk pola wedges . Pada kondidi seperti ini sebaiknya jangan masuk ke pasar, melainkan menunggu sampai muncul signal selanjutnya

5. Fase Penutupan Break
Pada fase penutupan break ini pita bollinger akan menyempit . Arah market pada fase ini biasanya mendatar atau berlawanan dengan trend yang baru saja terbentuk.Pada kondisi seperti ini sebaiknya menunggu konfirmasi dari signal yang akan muncul selanjutnya .

Setting Parameter Indikator Paling Akurat


Indikator adalah alat yang membantu kita memetakan arah market selanjutnya , sehingga kita bisa memutuskan untuk membuka posisi beli atau membuka posisi jual.

Ada 2 fungsi utama indikator yaitu :
  1. Memberikan informasi kondisi market sehingga kita bisa menentukan strategi apa yang akan digunakan pada kondisi itu
  2. Memberikan signal entry dan exit sehingga kita bisa masuk dan keluar market dengan tepat.

Dari kedua fungsi tersebut diatas , jika yang anda cari adalah indikator yang paling akurat tentu saja ukurannya adalah signal yang digasilkan .Sehingga Indikator yang harus digunakan adalah indikator yang fungsinya fungsinya menghasilkan signal entry dan exit yang akurat , saya merekomendasikan beberapa indikator dengan jenis signal sebagai berikut :

1. Pepotongan garis indikator
Indikator yang selama ini menghasilkan signal akurat adalah stochastic dan MACD

2. Menyentuh level tertentu
Indikator jenis oscilator yang memberikan signal entry dan exit akurat adalah Money flow index dan william percent range.

3. Perpindahan posisi indikator
Jenis indikator ini sangat sedikit, tapi yang paling akurat adalah parabolic sar
Perlu dijadikan catatan adalah bahwa indikator diatas akan benar-benar menjadi indikator akurat jika digunakan sesuai kondisi marketnya , serta parameternya bukan lagi menggunakan parameter default melainkan telah dirubah sesuai dengan kebutuhan kita.

Berikut ini settingan indikator yang bisa membuatnya lebih akurat:
Parameter indikator paling akurat :

I. Stochastic Oscilator
Parameternya adalah K Period =9 , D Period = 3 , Slowing= 5 , Price Field =Close/Close , MA method=simple
Signal entrynya adalah ketika terjadi perpotogan di area jenuh

II.Money Flow Index
Parameternya adalah jika yang akan diprediksi adalah jangka pendek artinya hanya 2-3 candle berikutnya gunakan MFI period = 3
Untuk memprediksijangka panjang gunakan period=5
Signal entrynya adalah Buy ketika MFI bernilai 0 , serta sell ketika MFI bernilai 100 .

III. Parabolic sar
Parameternya adalah step =0.02 dan maksimum = 0.2
Signal entrynya adalah Buy ketika titik sar pertama kali muncul di bawah grafik , serta sell ketika titik sar muncul diatas grafik
Untuk sementara hanya 3 indikator saja

Itulah indikator paling akurat yang bisa anda gunakan untuk menghasilkan prediksi yang lebih akurat. Selamat mencoba

Senin, 16 April 2012

Memilih Time Frame Terbaik untuk Trading


Di dalam chart sebuah platform market forex, tersedia kerangka waktu (Time Frame) yang dapat Anda gunakan untuk acuan trading. Semua platform charting Forex menawarkan grafik dari 1 menit sampai mingguan atau bahkan jangka waktu bulanan. Jadi, sering muncul pertanyaan dari para trader, kerangka waktu manakah yang terbaik untuk menganalisa pasangan mata uang dan mencetak profit di Forex?

Kalau yang menjawab pertanyaan itu adalah saya, maka saya akan menjawab, Itu tergantung pada jenis pedagang Anda. Jika Anda seorang daily trader, maka Anda harus menggunakan kerangka waktu yang pendek untuk menangkap trend kecil di Forex. Jika Anda adalah seorang swing trader, Anda harus menggunakan bingkai waktu yang lebih besar, dalam rangka menjaring swing terbaik di Forex.

Kerangka waktu terbaik untuk seorang daily trader:

Ada pilihan time frame (kerangka waktu) yang dapat digunakan untuk daily trader. Yang paling umum adalah 1 menit, 5 menit, 15 menit atau bahkan 30 menit. Tetapi bagi saya, frame waktu 1 menit tidak terlalu baik, karena sebagian besar frame periode 1 menit tidak menawarkan banyak kesempatan. Kerangka waktu ini terlalu kecil untuk memahami pergerakan-pergerakan harga dan kesulitan untuk menemukan trend intraday dengan baik. Anda tidak akan dapat melihat adanya perbedaan antara harga yang bergerak tipis dan besar.

Time frame 5 menit memungkinkan sebagai kerangka waktu yang layak untuk daily trader. Hal ini juga memungkinkan Anda untuk menangkap perdagangan dengan cepat dengan gerakan yang layak untuk mengambil keuntungan.

Time frame 15 menit adalah seperti 5 menit, salah satu frame waktu terbaik untuk daily trader. Hal ini memungkinkan Anda untuk melihat dengan jelas perbedaan di antara tren yang kecil dan yang besar. Kerangka waktu ini juga memungkinkan Anda untuk terus sebagai pemenang. Time frame 30 menit juga dapat digunakan untuk daily trader. Namun, waktu tersebut hanya dapat digunakan jika Anda berniat untuk terus dalam perdagangan hingga 6 atau 8 jam.

Kerangka waktu terbaik untuk Swing Trader: 


Time frame yang paling sering digunakan untuk swing trader adalah grafik 1 jam, grafik 4 jam dan bahkan daily chart. Sedang Time Frame 1 jam adalah waktu yang baik jika Anda ingin terus perdagangan selama 1-2 hari. Hal ini menyajikan peluang yang baik untuk jenis perdagangan ini dan memungkinkan Anda untuk dalm perdagangan dengan imbalan risiko yang baik-(sesuatu yang hampir mustahil untuk dilakukan di time frame kecil seperti grafik 5 menit atau di 1 menit).

Sedangkan Time Frame 2 jam grafik dan 4 jam memungkinkan Time Frame terbaik untuk trader yang ingin mengadakan perdagangan untuk beberapa hari sampai 2 minggu. Time Frame ini memungkinkan Anda untuk menangkap gerakan terbesar di Forex.

Daily chart dimaksudkan untuk trader yang ingin terus dalam perdagangan selama berminggu-minggu dan cocok bagi seorang investor. Ini adalah kerangka waktu yang baik yang memungkinkan Anda untuk mengetahui di mana pasangan mata uang ini akan bergerak untuk minggu berikutnya.

So, ada banyak pilihan untuk memilih frame dari penggunaan chart di Forex. Tergantung pada karakter dan jenis seorang trader dalam trading (daily trader atau swing trader), Anda dapat menggunakan bingkai waktu yang berbeda untuk mencapai tujuan Anda. Perlu diingat bahwa semua frame waktu memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan yang lain.

Bila Anda sedang mencari Time Frame favorit Anda, perlu diingat bahwa Anda harus menggunakan analisis teknis dalam trading Anda.

Happy trading!