Tampilkan postingan dengan label Strategi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2012

Menentukan Puncak Trend Setelah Breakout Band


Setelah Bollinger mengalami breakout ,tentu saja harga akan bergerak dengan sangat cepat dan kuat.Ini adalah moment yang sangat penting untuk mendulang profit.Namun permasalahannya adalah sampai dimanakah pergerakan akan berhenti dan balik arah ? Sehingga kita dapat menjaga profit kita ?

Dengan teknik ini kita bisa menentukan kapan Price akan balik arah , sehingga Profit yang telah kita dapatkan tetap masuk ke rekening dan tidak hilang.

Caranya :

Ketika bollinger break naik, band high semakin naik band low semakin turun. Jika band low lebih tinggi dari band low sebelumnya ,berarti harga telah overbought dan High sebelumnya kita anggap sebagai puncaknya . Selanjutnya harga akan turun untuk koreksi.


Begitu juga Ketika bollinger band break turun , band high semakin naik band low semakin turun.jika band high lebih rendah dari band high sebelumnya , berarti harga telah oversold dan Low 01 kita anggap sebagai lembah .selanjutnya harga akan naik untuk koreksi.

Namun jika ternyata harga mampu menembus puncak , kita anggap telah terjadi break lanjutan dan harga akan terus merangkak naik karena tenaganya begitu kuat.


Dengan tips forex ini kita bisa memperkirakan sampai dimana ujung trendnya , sehingga ketika bollingerband sudah menunjukan ujung trend, ada 3 langkah yang bisa kita ambil yaitu :
  1. Menutup posisi yang terbuka di ujung trend .
  2. Membuka posisi baru di ujung trend dengan arah prediksi berlawanan dengan trend .
  3. Menunggu konfirmasi apakah trend berlanjut, jika berlanjut maka mambuka posisi searah dengan trend.

Jumat, 27 April 2012

5 Fase Gerakan Bollinger Band Yang Harus Dipahami


5 Fase Gerakan Bollinger band yang harus kita pahami sehingga kita bisa menentukan strategi yang akan dipakai pada masing-masing kondisi , yaitu :

1. Kondisi Normal
Kondisi bollinger normal ditandai dengan lebar pita band cenderung sama dari waktu ke waktu .Dengan bentuk mandatar namun tidak menyempit, atau miring sesuai trend dengan tingkat kemiringan dibawah 45 derajat.

Pada kondisi bollinger normal market akan bergerak bolak balik diantara pita band. Artinya ketika market menyentuh pita luar band, maka market akan kembali ketengah . Sehingga pita bollinger bands juga disebut sebagai dinamis support / resistance . Pada kondisi bollinger normal , strategi yang cocok digunakan adalah strategi scalping.

2. Fase persiapan break
Fase persiapan break ini ditandai dengan bollinger yang cenderung menyempit atau mendatar . Penyebabnya bisa jadi karena market benar-benar sepi ,atau karena penjual dan pembeli sedang menunggu .Strategi yang bisa digunakan pada kondisi ini adalah strategi jebakan (traping)

3. Fase Break
Kondisi break ditandai dengan pita atas dan bawah melebar menjauh .Ini terjadi karena membludaknya order sehingga tenaga market begitu besar . Dampaknya market akan bergerak lurus. Pada fase break tidak mungkin terjadi pembalikan arah trend secara normal, keculai terjadi konvergen . Strategi yang cocok pada kondisi seperti ini adalah strategi breakout.

4. Fase Normalisasi Break
Fase ini adalah untuk mencari keseimbangan dan testing trend.Disinilah kekuatan sebuah trend di uji .

Fase ini ditandai dengan pita band yang bergerak searah sesuai trend yang telah dibentuk. Dampaknya grafik akan mendatar atau membentuk pola wedges . Pada kondidi seperti ini sebaiknya jangan masuk ke pasar, melainkan menunggu sampai muncul signal selanjutnya

5. Fase Penutupan Break
Pada fase penutupan break ini pita bollinger akan menyempit . Arah market pada fase ini biasanya mendatar atau berlawanan dengan trend yang baru saja terbentuk.Pada kondisi seperti ini sebaiknya menunggu konfirmasi dari signal yang akan muncul selanjutnya .

Selasa, 17 April 2012

Tehnik Swing Menggunakan Candle

Kali ini saya akan share bagaimana melakukan tehnik swing menggunakan pergerakan arah candle.Berikut ini tampilan gambar candle yang akan menentukan OP Buy/Sell.

1. Basic
Untuk penamaan agar mudah di ingat
1. Yang berwarna hijau di atas kita beri nama VALID GREEN.
2. Yang berwarna merah di bawahnya kita beri nama VALID RED.

Perhatikan gambar di bawah ini
Pada saat candle membentuk pola seperti gambar di atas kita abaikan saja (exit signal), karena polanya acak-acakan dan tidak bisa menentukan pergerakan arah candle berikutnya.

2. Tampilan Screen

Sebagai tahap awal anda bisa membuka chart pada TF1 dan TF5 seperti pada gambar berikut ini



3. Menentukan Trend

Untuk menentukan trend pergerakan market, kita lihat pada candle stick terakhir pada M15
Kalau sudah valid green berarti trend akan naik
Kalau sudah valid red bararti trend akan turun.

Perhatikan gambar di bawah ini untuk menetukan arah trend.



4. Entry Point atau Open Potition

Entry point/Open Position dilakukan di M5 dengan memperhatikan validitasnya.
Seperti contoh gambar di bawah ini.
Point paling penting disini adalah di M5 :
  • Pastikan tidak ada wicks di candlestick sebelumnya dan yang sedang berlangsung. (M5)
  • Pastikan candlestick di M15 masih valid
  • Paling MUJARAB lagi kalo M1 valid juga.
Dengan mematuhi know-how ini bisa dibilang 86% open position pasti masuk ke profit area.
Sekarang tinggal mau ambil berapa point atau biarkan sampai invalid di salah satu TF muncul. Bebas...


5. Exit Point

Exit dilakukan dengan memperhatikan validitas candlestick di M1 dan/atau M5.
Exit base dengan M1 --- jika akan melakukan scalping.
Exit base dengan M5 --- jika akan melakukan swing.

6. Improvement Variant


Dari gambar di atas bisa anda beri tambahan setting seperti ini



OPL only if PA above WMA140
OPS only if PA below WMA140

Semoga cukup membantu dan tidak menunggu terlalu lama [M1 ...]
dan bisa mengabaikan triple screens, cukup single screen saja..
Di atas contohnya di M15, anda boleh menggunakan di TF apa aja...
kecuali M1 jangan pernah trading di market ASIA.
M1 efektif hanya di jam 18:00 WIB ke atas.